
Terbangun di Tengah Malam? Jangan Langsung Berdiri, Bisa Membahayakan
YTI-ALFALAH.ID Pernah terbangun tengah malam? Mungkin karena ingin ke kamar mandi. Jika saat terbangun kemudian kita langsung berdiri dan melangkah, kepala tiba-tiba pusing, terasa melayang, pandangan berkunang-kunang, dan tubuh hampir terjatuh, kondisi ini sangat umum terjadi. Di dalam dunia medis disebut hipotensi ortostatik, yaitu turunnya tekanan darah secara mendadak akibat perubahan posisi, dari posisi berbaring ke berdiri.
Saat kita tidur malam, tubuh bekerja dalam mode istirahat. Tekanan darah cenderung menurun dan aliran darah menjadi lebih rileks. Begitu kita langsung berdiri, darah yang berbentuk cairan ini akan langsung tertarik oleh gaya gravitasi ke tubuh bagian bawah.
Hal ini dijelaskan oleh pakar kesehatan jantung dari RS EKA Hospital, dr. Aron Husink, SpJP. Menurutnya, dalam satu kesempatan, saat tidur malam tekanan darah cenderung menurun, dan jika kita langsung berdiri saat bangun tidur, darah dengan tekanan yang masih rendah akan langsung tertarik oleh gaya gravitasi bumi sehingga turun ke tubuh bagian bawah dan membuat kita mengalami sensasi seperti pusing atau mata berkunang-kunang.
Bagi orang yang masih sehat, jantung akan dengan cepat menarik kembali darah ke tubuh bagian atas sehingga pusing akan cepat hilang. Namun bagi mereka yang memiliki riwayat lemah jantung, berusia lanjut, atau memiliki gangguan pada pembuluh darah seperti penumpukan plak, penurunan tekanan ini bisa membuat suplai oksigen di otak berkurang drastis.
Fenomena ini juga dijelaskan oleh Dr. Phillip Low, seorang profesor neurologi di Mayo Clinic di Minnesota, Amerika Serikat. Ia menjelaskan bahwa jantung adalah pompa, dan ketika kita berdiri tiba-tiba, jumlah darah yang masuk ke jantung berkurang. Hal ini dapat menyebabkan penurunan tekanan darah sementara, dan dibutuhkan waktu yang singkat agar mekanisme korektif untuk mengaktifkan dan memperbaiki tekanan darah.
Penjelasan serupa datang dari Dr. M. A Ikram, ketua epidemiologi di Erasmus University Medical Centre Rotterdam, Belanda. Ia mengungkapkan bahwa gejala ini terjadi karena ada penurunan sementara jumlah darah yang menjadi pemasok oksigen ke otak. Adanya gravitasi akan menurunkan sebagian besar darah ke kaki dan tubuh bagian bawah, sehingga jantung dan pembuluh darah bekerja lebih keras untuk mengirimkan darah ke otak. Artinya pusing yang dirasakan bukanlah karena kurang tidur semata, melainkan jeda adaptasi tubuh yang terlambat beberapa detik.
Jangan Sampai Terjatuh, Berbahaya
Pada orang sehat, keluhan ini biasanya tidak berbahaya dan akan hilang dalam hitungan detik hingga satu menit. Bahaya utamanya bukan pada pusingnya, melainkan pada risiko terjatuh. Umumnya, terbangun di tengah malam karena ingin ke kamar mandi. Nah banyak kasus terjatuh di kamar mandi pada malam hari terjadi karena pusing mendadak saat bangun tidur. Hal ini bisa berujung pada cedera kepala, patah tulang, atau perdarahan.
Risiko jatuh di kamar mandi memang paling tinggi dibanding ruangan lain. Kamar mandi licin, keras, sempit, dan banyak sudut tajam. Saat terjatuh, yang paling berbahaya bukan hanya benturannya, tapi juga:
Cedera kepala: Benturan ke lantai keramik atau kloset bisa menyebabkan perdarahan di otak, bahkan jika lukanya terlihat kecil di luar.
Patah tulang leher atau pinggul: Bisa melumpuhkan saraf dan pernapasan.
Tenggelam atau tersedak: Jika jatuh tidak sadarkan diri di dekat ember atau bak.
Serangan jantung sekunder: Rasa sakit dan panik saat jatuh bisa memicu serangan pada orang yang sudah punya riwayat jantung.
Yang kesemua itu bisa saja seseorang kehilangan nyawa. Tetapi sebenarnya, jatuh itu sendiri seringnya bukan penyebab utama meninggal, tapi adalah akibat dari sesuatu yang terjadi sebelumnya. Sebagai kejadian akhir dari rangkaian lain. Beberapa kemungkinan yang sering ditemukan:
1. Gangguan jantung mendadak. Aritmia atau serangan jantung bisa membuat orang pusing hebat, mual, pingsan mendadak, lalu jatuh. Jatuhnya adalah akibat, bukan awalnya. Jadi sebelum bangun ia pun sebenarnya sudah pusing yang kemudian terjatuh di kamar mandi.
2. Stroke. Pecahnya pembuluh darah di otak bisa terjadi saat mengejan, terutama saat buang air besar di toilet. Ini menyebabkan pingsan seketika.
3. Hipotensi ortostatik berat. Seperti yang kita bahas tadi, tekanan darah turun drastis saat berdiri malam hari. Pada orang dengan pembuluh darah yang sudah kaku atau lemah jantung, otaknya bisa kekurangan oksigen lama sampai tidak sadarkan diri.
4. Gula darah turun drastis. Pada penderita diabetes atau yang kelelahan berat.
Cara Aman Yang Dianjurkan Dokter Saat Terbangun di Malam Hari
Saat terbangun di malam hari, agar tidak terjatuh, dokter menyarankan untuk tidak langsung berdiri. Terapkan jeda 30 detik. Ketika terbangun, tetaplah duduk di tepi ranjang selama 20 sampai 30 detik untuk mengumpulkan kesadaran. Sambil duduk, gerakkan pergelangan kaki dan jari-jari kaki untuk membantu otot betis mendorong darah naik kembali.
Setelah itu barulah berdiri secara perlahan sambil berpegangan pada dinding atau nakas. Nyalakan lampu tidur yang temaram agar sistem keseimbangan tubuh lebih mudah bekerja. Jika merasa haus, minumlah sedikit air putih. Untuk pencegahan jangka panjang, cukupi kebutuhan cairan di siang hari, hindari suhu kamar yang terlalu panas, dan jangan memaksakan berdiri dengan gerakan menghentak.
Jika keluhan pusing setiap bangun malam terjadi hampir setiap hari, catat durasinya dan segera konsultasikan ke dokter di faskes terdekat untuk pemeriksaan tekanan darah posisi berbaring, duduk, dan berdiri. Apalagi jika berlangsung lebih dari beberapa menit, disertai jantung berdebar kencang, nyeri dada, mual muntah, atau bahkan sampai pingsan, kondisi tersebut perlu dievaluasi lebih lanjut. Bisa jadi ada faktor lain seperti dehidrasi, anemia, gula darah rendah, atau efek samping obat darah tinggi.

