
SHAPE YOUR FUTURE DAY: TINDAKAN HARI INI MENENTUKAN MASA DEPAN
Banyak orang bilang, masa-masa SMA (Aliyah) adalah masa yang paling menyenangkan. Kenapa? Sebab anak sedang beradaa di persimpangan antara remaja menuju dewasa dimana ia bisa bebas menikmati hidup tetapi masih dalam perlindungan orangtua. Artinya, mereka jajan tetapi uangnya masih orangtua, beli kebutuhan dibeliin orangtua, mau makan tinggal minta, masih bisa ngambek kalau makanan di rumah tidak enak, dan banyak lagi.
Apa benar demikian? Ada benarnya tetapi anak sebaiknya tak terlena dengan masa indahnya itu. Ia harus disadarkan bahwa di masa ini anak harus lebih memperkuat persiapan masa depannya. Seperti persiapan nanti mau jadi apa, mau ngapain, nanti melanjutkan pendidikan kemana, dan seterusnya.
Karena itulah, beberapa waktu lalu saat pelaksanaan MATAMUDA (Masa Ta’aruf Murid Madrasah) 2026, MA Al-Falah menghadirkan seorang dosen, ustadz, dan juga motivator, Dr. Ridholloh Ismat M.Pd.I. Acara yang dikemas dalam bentuk bincang motivasi ini adalah untuk memotivasi siswa agar mereka mempersiapkan masa depan yang lebih matang.
“Shape Your Future Day,” begitulah tema yang diangkat oleh Ridholloh dalam bincang motivasi di MA Al-Falah. Keputusan dan aksi yang kamu lakukan hari ini akan menentukan seperti apa masa depanmu.
“Satu tahun sama dengan 365 hari, kalau tidak diisi dengan kegiatan yang bermakna waktu akan hilang begitu saja,” ucap dosen dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta ini mengawali sesinya. Ia pun menegaskan bahwa hari ini, saat anak-anak menjejakkan kakinya di MA Al-Falah, bukan sekadar menjalani masa perkenalan dengan lingkungan sekolah tetapi juga sebagai titik awal membentuk arah hidup.
Menurut Ridholloh, kita butuh ijazah sebagai tiket masuk ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Namun juga perlu punya kompetensi atau kemampuan yang dipersiapkan supaya kita bisa bertahan dan juga berkembang. Misalnya kemampuan berkomunikasi, berjejaring sosial dan berorganisasi, melek terhadap literasi digital dan AI, juga pandai dalam memenej waktu dan keuangan.
“Lalu setelah lulus mau kemana? Kuliah atau bekerja,” tanya Ridholloh. Kedua pilihan ini juga harus dipersiapkan. Kalau mau kuliah langkah yang perlu diperhatikan; cicil nilai raport dari kelas 10, pahami minat, dan gali beasiswa. “Siapkan dari awal dan jangan telat tobat di kelas 12!” tegas Ridholloh. Demikian pula kalau ingin langsung bekerja. Siapkan portofolio, kembangkan jiwa enterpreneur, tambahkan dengan sertifikasi kemampuan.
Seorang siswa bertanya, “Bagaimana kiat mempertahankan prestasi di tengah zaman modernisasi?” Ridholloh pun menjawab dengan apa yang dilakukan dulu saat ia sekolah di Aliyah. “Saat saya di masa kalian dulu, saya terbiasa tidur cepat dan bangun cepat, tidur jam 8 malam dan bangun jam 3 pagi. Saya kemudian shalat tahajud dan baca buku sampai azan subuh. Setelah sholat subuh saya lanjut belajar sampai siap-siap berangkat sekolah,” jelas Ridholloh. Menurutnya, ini ampuh untuk mempertahankan prestasi belajar.
Ridholloh memberikan tips supaya apa yang kita cita-citakan tercapai. “Jangan lupa jalur langit!” katanya. Ia menyebutnya MASJID: Minta ridho orangtua dan guru, Amalan ibadah diperbanyak, Sedekah dan Sholawat, Jaga dzikir dan istighfar, Interaksi dengan Al-Qur’an, Do’a yang konsisten.

