YTI Al-Falah — Yayasan Tarbiyah Islamiyah Al-Falah

Berita

BerandaBeritaMA Al Falah Sukses Gelar LDKM 2026 di Puncak, Usung Tema "LASTRA" untuk Cetak Pemimpin Berintegritas
MA Al Falah Sukses Gelar LDKM 2026 di Puncak, Usung Tema "LASTRA" untuk Cetak Pemimpin Berintegritas
Berita

MA Al Falah Sukses Gelar LDKM 2026 di Puncak, Usung Tema "LASTRA" untuk Cetak Pemimpin Berintegritas

Abuniza Arramiz25 Oktober 2026MA Al-FalahDibaca 27 kali
Bagikan:

BOGOR — Madrasah Aliyah Al Falah resmi menyelenggarakan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Murid (LDKM) Tahun Pelajaran 2026/2027 pada Sabtu hingga Minggu, 24–25 Oktober 2026. Berlokasi di Citra Alam Riverside, Puncak, Bogor, kegiatan tahunan ini diikuti oleh 31 murid yang siap untuk menjadi pemimpin masa depan.

Mengusung tema "LASTRA" (Lead Yourself to Be a Great Leader), LDKM kali ini dirancang untuk membekali para siswa dengan karakter kepemimpinan yang kuat, berintegritas, mandiri, serta berakhlak mulia.

### Hari Pertama: Penguatan Materi, Diskusi, hingga Api Unggun

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan resmi oleh Kepala MA Al Falah, H. Ismail Bahruddin, M.A., yang juga mengisi materi kepemimpinan sebagai pondasi awal bagi para peserta. Beliau menegaskan bahwa pada hakikatnya setiap manusia adalah pemimpin. Berdasarkan ajaran Islam, setiap individu memegang tanggung jawab atas apa yang dipimpinnya—mulai dari diri sendiri, keluarga, hingga organisasi. Mengutip pandangan para tokoh, para pemuda diingatkan bahwa mereka adalah penentu arah masa depan bangsa, sehingga penting untuk membuktikan jati diri melalui prestasi nyata, bukan sekadar mengandalkan kebanggaan status orang tua atau sekolah.

Materi kepemimpinan ini juga merinci kriteria ideal seorang pemimpin yang meneladani sifat Rasulullah, yakni Shiddiq (jujur), Amanah (terpercaya), Tabligh (menyampaikan), dan Fathonah (cerdas). Nilai-nilai kepemimpinan dari QS. Ali Imran ayat 159 turut menjadi sorotan utama, meliputi pentingnya sikap lemah lembut, pemaaf, musyawarah secara demokratis, ketegasan, serta senantiasa bertawakkal kepada Allah SWT.

Menutup kegiatan tersebut, peserta diajak untuk melakukan refleksi diri dan senantiasa membangun persepsi positif (positive thinking). Dengan menghindari banyak mengeluh dan melihat tantangan sebagai peluang, para pelajar diharapkan mampu membawa kemajuan bagi organisasi Ikatan Pelajar Madrasah Al-Falah (IPMA) dan Madrasahnya.

Memasuki sesi kedua, Ibu Haiza Hazrina, M.Pd., memberikan pemaparan materi mengenai Basic Manner guna membentuk etika dan tata krama peserta dalam kehidupan bermasyarakat maupun berorganisasi. Dalam pemaparannya, ditekankan bahwa tata krama (*manners*) merupakan kebiasaan nyata yang mencerminkan cara seseorang menghargai waktu, ruang, perasaan, dan keberadaan orang lain. Pondasi dasar ini tercermin dari pembiasaan penggunaan tiga kata ajaib, yaitu "Tolong", "Maaf", dan "Terima Kasih".

Materi ini juga menggarisbawahi pentingnya landasan religius dalam beretika, dengan meneladani akhlak Rasulullah SAW berdasarkan QS. Al-Ahzab ayat 21 serta mengamalkan hadis-hadis yang melarang seseorang berkata kasar, mencela, atau melaknat.

Para peserta diingatkan untuk selalu menjaga etika komunikasi dan interaksi dalam kehidupan sehari-hari:

* Kepada yang lebih tua: Menghormati batasan pribadi, tidak merasa paling benar, dan menjadi teladan.

* Kepada sesama/sebaya: Fokus pada solusi, menunjukkan keramahan, kesetaraan, serta saling mengingatkan.

* Kepada yang lebih kecil: Menghargai keberadaan mereka.

Melalui pembekalan ini, tata krama dinilai sangat erat kaitannya dengan kepemimpinan yang berlandaskan sifat-sifat utama seperti Shiddiq, Amanah, Tabligh, dan Fathonah. Diharapkan, para peserta mampu mengaplikasikannya untuk membangun kepercayaan, kredibilitas, serta mempermudah adaptasi di lingkungan yang baru.

Nilai-nilai keagamaan turut menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Saat Maghrib, seluruh unsur yang terlibat dalam LDKM ini melaksanakan sholat berjamaah yang dilanjutkan dengan pembacaan tahlil serta Ratibul Haddad.

Setelah makan malam, suasana semakin dinamis melalui sesi Focus Group Discussion (FGD) atau Diskusi Kelompok Terarah bertema "Manajemen Waktu dan Prioritas: Akademik atau Organisasi" yang dipandu oleh Ibu Desty Rahmayanti, S.Pd. Metode ini dirancang bukan sekadar untuk mengobrol santai, melainkan sebagai wadah musyawarah terstruktur yang bertujuan untuk menemukan solusi bersama atas suatu isu spesifik.

Dalam praktiknya, kegiatan FGD memerlukan kerja sama tim yang solid dengan pembagian peran yang jelas. Peran tersebut meliputi moderator yang bertugas mengarahkan jalannya diskusi dan mengatur waktu, notulis yang mencatat gagasan serta kesimpulan, dan para peserta yang aktif menyampaikan ide serta merespons argumen.

Alur pelaksanaan FGD dibagi menjadi empat tahapan utama, dimulai dari tahap persiapan penentuan topik, pembukaan aturan main, sesi diskusi inti yang interaktif, hingga penutupan berupa penyampaian rangkuman kesimpulan oleh moderator.

Pada FGD LDKM ini, Ibu Desty menyimpulkan bahwa menjadi pelajar yang aktif di organisasi bukanlah tentang memilih salah satu dan mengorbankan yang lain, melainkan tentang seni menyeimbangkan komitmen. ​Akademik adalah fondasi masa depan kita, sedangkan organisasi adalah laboratorium tempat kita mengasah soft skills dan ketahanan diri (resilience). Ketika kita mampu mengomunikasikan kendala kita secara jujur kepada tim, pembina, maupun orang tua, kita sedang belajar menjadi pemimpin yang bertanggung jawab.

Malam puncak hari pertama ditutup dengan Upacara Api Unggun Kebersamaan yang dipimpin oleh Bapak Ahmad Shofi selaku pembina upacara, dilanjutkan dengan pertunjukan pentas seni (pensi) antar kelompok yang menampilkan bakat dan kreativitas para peserta.

### Hari Kedua: Refleksi Diri, Outbound, dan Penutupan

Memasuki hari kedua, para peserta mengawali aktivitas sejak dini hari dengan melaksanakan Sholat Tahajud dan Subuh berjamaah, diikuti sesi refleksi diri yang disampaikan oleh Bapak Fathzry Ardillah, M.Hum. Sesi ini menjadi momen perenungan mendalam bagi siswa untuk mengenali potensi dan tujuan hidup mereka.

Pagi hari dilanjutkan dengan senam kesegaran jasmani, sarapan bersama, serta berbagai permainan edukatif (*outbound*) yang dirancang untuk melatih pola pikir kritis, kerja sama tim, dan kekompakan kelompok.

Rangkaian kegiatan LDKM diakhiri dengan upacara penutupan seremonial pada siang hari. Seluruh rombongan peserta, panitia, dan guru pendamping bertolak kembali ke Jakarta dan tiba dengan selamat pada pukul 18.00 WIB.

### Harapan Masa Depan

Melalui penyelenggaraan LDKM 2026 ini, pihak madrasah berharap seluruh peserta LDKM mampu menerapkan nilai-nilai yang telah dipelajari. Diharapkan mereka tumbuh menjadi sosok pemimpin yang unggul, penuh integritas, serta kreatif dan pantang menyerah dalam meraih mimpi-mimpinya di masa depan.