YTI Al-Falah — Yayasan Tarbiyah Islamiyah Al-Falah

Berita

BerandaBeritaUpaya Puskesmas Kebon Jeruk Bekali Pelajar Lewat Deteksi Dini Kesehatan Mata dan Organ Reproduksi
Upaya Puskesmas Kebon Jeruk Bekali Pelajar Lewat Deteksi Dini Kesehatan Mata dan Organ Reproduksi
Berita

Upaya Puskesmas Kebon Jeruk Bekali Pelajar Lewat Deteksi Dini Kesehatan Mata dan Organ Reproduksi

Abuniza Arramiz19 Oktober 2026MA Al-FalahDibaca 4 kali
Bagikan:

JAKARTA — Puskesmas Kebon Jeruk menggencarkan serangkaian langkah preventif dan edukatif bagi anak usia sekolah serta remaja di DKI Jakarta. Langkah ini berfokus pada dua isu krusial yang kerap dialami pelajar, yakni gangguan penglihatan akibat kelainan refraksi serta ancaman risiko kesehatan reproduksi pada masa pubertas.

Dalam rangka memperingati World Sight Day (Hari Penglihatan Sedunia), Dr. Vania Rinosaputri dari Puskesmas Kebon Jeruk menyoroti tingginya angka gangguan penglihatan pada anak sekolah. Data Studi YSKKN dan PERDAMI menunjukkan sebanyak 40 persen siswa sekolah dasar (kelas 4–6) terdiagnosis mengalami kelainan refraksi seperti miopia, hipermetropia, dan astigmatisma. Namun, amat disayangkan baru 4 persen di antaranya yang memiliki riwayat pemakaian kacamata, sementara 24 persen siswa mengalami hambatan belajar akibat kondisi mata yang tak tertangani.

Guna mencegah penurunan prestasi belajar dan meminimalkan dampak maraknya penggunaan gawai, pihak puskesmas mengimbau orang tua untuk membatasi screen time anak (maksimal 1–1,5 jam sehari untuk anak usia 0–12 tahun dan maksimal 2 jam untuk remaja usia 12–18 tahun). Masyarakat juga diajak menerapkan metode 20:20:20, yaitu mengistirahatkan mata selama 20 detik dengan melihat objek sejauh 20 kaki (6 meter) setiap setelah 20 menit menatap layar. Selain itu, puskesmas mendorong sinergi dengan pihak sekolah melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah untuk melakukan skrining tajam penglihatan (visus) serta meminta guru aktif mengamati gejala gangguan mata pada siswa di kelas.

Di samping kesehatan mata, Puskesmas Kebon Jeruk juga memanfaatkan momentum ini untuk menggelar penyuluhan kesehatan reproduksi bagi remaja usia 10–18 tahun. Kegiatan ini bertujuan membekali generasi muda agar dapat melintasi masa pubertas secara sehat dan bertanggung jawab, sekaligus terhindar dari toxic relationship dan tantangan psikososial.

Penyuluhan tersebut menekankan kewaspadaan terhadap empat ancaman utama remaja, yaitu kehamilan usia dini yang berisiko tinggi terhadap keselamatan ibu dan bayi, risiko Infeksi Menular Seksual (IMS) yang dipencegah melalui prinsip ABC, penularan HIV/AIDS beserta pelurusan mitosnya, serta bahaya penyalahgunaan NAPZA.

Melalui penyuluhan dan deteksi dini secara komprehensif ini, Puskesmas Kebon Jeruk dan MA Al Falah berharap dapat mencetak generasi muda yang sehat secara fisik dan mental, cerdas, serta fokus mengukir prestasi masa depan.