
Peringatan Maulid SDI Al-Falah II: Rasulullah, Suri Tauladan Terbaik Ummat Islam
YTI-ALFALAH.ID Ada 4 sifat utama Rasulullah SAW yang harus kita teladani. Shidiq, Amanah, Fathonah, dan Tabligh.
Shidiq artinya jujur, selalu berkata benar, berbuat benar. Tak hanya yang tampak pada perbuatan tetapi juga hatinya benar. Rasulullah sejak kecil sangat dipercaya oleh orang-orang di sekitarnya karena perilakunya yang sangat jujur.
Amanah artinya dapat dipercaya, yakni menjaga apa yang dititipkan dengan sebaik-baiknya. Misalnya, dititipkan harta, dijaga dengan baik, tidak diambil, tidak dikurangi, tetap dalam keadaan utuh. Demikian pula ketika dititipkan rahasia, jabatan, tugas, semuanya dijaga dan dikerjakan dengan baik.

Fathonah artinya cerdas dan bijaksana. Rasulullah punya kecerdasan luar biasa. Cerdas dalam berfikir, mengambil keputusan, berdakwah, dan menyelesaikan masalah. Yang sering kita dengar, saat renovasi Ka’bah, Rasulullah dengan kebijaksanaannya meletakkan Hajar Aswad di atas kain yang diangkat bersama-sama 4 suku untuk diletakkan ditempatnya. Jika tidak, perpecahan akan terjadi.
Tabligh artinya menyampaikan. Rasulullah menyampaikan semua Wahyu dari Allah SWT ke umatnya tanpa dikurangi dan ditambahkan. Meskipun nyawa taruhannya, ia berdakwah dengan gagah berani demi menyampaikan kalam Allah.
Ke-4 sifat utama Rasulullah inilah yang menjadi landasan tema Maulid Nabi Muhammad SAW, di SDI Al-Falah II, Jalan Raya Pos Pengumben Kebon Jeruk Jakarta Barat, Senin (24/08/2026). “Nabi Muhammad SAW, sebagai figur teladan seorang murid dalam menuntut ilmu dan berakhlakul karimah,” demikian diucapkan Rahmatullah Umar, S.Pd., Kepala Sekolah SDI AL-Falah II, membaca tulisan tema maulid yang terpampang di backdrop panggung.
Rahmatullah menyontohkan perilaku yang perlu diterapkan di sekolah demi meneladani sifat Rasulullah, “Kalau bertemu dengan teman jangan memanggilnya dengan nama orangtuanya,” kata Rahmatullah. Sebab, lanjutnya, kalau hal ini dibiarkan bisa berlanjut pada bullying, tindakan kekerasan verbal maupun nonverbal ke anak lain. Panggillah teman dengan panggilan yang sopan. “Insya Allah di Al-Falah II tidak ada yang namanya Bullying,” tegas Rahmatullah.
Pada sambutan berikutnya, Ketua Umum Yayasan Tarbiyah Islamiyah Al-Falah (YTIA), H. Ahmad Farid, RS., mengutip Surat Al-Ahzab ayat 21, لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ yang artinya, "Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu" (QS. Al-Ahzab: 21). Jadi, kata Ahmad Farid, Allah sudah menegaskan di dalam Al-Qur’an bahwa Nabi Muhammad SAW adalah suri tauladan buat kita semua. “Kalau disini masih ada yang suka bohong, tidak jujur, maka harus dikurangi dan diperbaiki,” pesan Ahmad Farid.

Setelah sambutan-sambutan, dilanjutkan kemudian dengan beberapa penampilan siswa-siswi, seperti menari, pembacaan asmaul husna, pidato, mendongeng, dan hadroh. Sebagai pamungkas acara Kak Dikar KS mendongeng di hadapan para hadirin. Sesuai dengan tema, dongeng Kak Dikar membawa pesan tentang sifat dan perilaku Rasulullah yang sangat mulia. Jujur, Amanah, Bijaksana, dan Menyampaikan dakwah dari Allah. Bersama boneka kesayangannya, Kokorie, Kak Dikar mengajak siswa-siswi Al-Falah II bernyanyi dan menari sambil menyelipkan pesan-pesan kebaikan di dalam dongengnya.
Peringatan Maulid di SDI Al-Falah II ini, dihadiri oleh Pengurus Harian YTIA, para Kepala Sekolah dan Madrasah, Pejabat Pemerintahan Setempat, wali murid, dan terkhusus ketua Mapenda Kecamatan Kebon Jeruk Jakarta Barat, Roziah, S.Ag., M.Pd. yang mengucapkan rasa terimakasihnya sudah diundang di sekolah dimana dulu ia bersekolah. "Saya juga alumni Al-Falah," ucapnya.

