YTI Al-Falah — Yayasan Tarbiyah Islamiyah Al-Falah

Berita

BerandaBeritaMuhadhoroh dan Maulid DPP IPMA: Rise In Obedience, Bangkit Dengan Ketaatan Kepada Allah dan Rosul
Muhadhoroh dan Maulid DPP IPMA:  Rise In Obedience, Bangkit Dengan Ketaatan Kepada Allah dan Rosul
Berita

Muhadhoroh dan Maulid DPP IPMA: Rise In Obedience, Bangkit Dengan Ketaatan Kepada Allah dan Rosul

Irfan Hasuki2 September 2026Dibaca 145 kali
Bagikan:

YTI-ALFALAH.ID Ada satu kegiatan penting yang ditunggu-tunggu dan harus diselenggarakan setiap tahun di Madrasah Aliyah Al-Falah (MA) dan Madrasah Tsanawiyah Al-Falah (MTs), Muhadhoroh. Secara harfiah arti muhadhoroh adalah pertemuan, ceramah, diskusi. Namun dalam pelaksanaannya tidak hanya itu yang ditampilkan, ada penampilan-penampilan lain dari siswa. Seperti menari, bermain hadroh, menunjukkan kemampuan beladiri, bahkan ada pentas teater.

Tidak masalah, karena tujuan utama muhadhoroh adalah melatih mental, keberanian, juga mengukur sejauh mana perkembangan kemampuan yang sebelumnya sudah dilatih. Kemampuan berpidato misalnya, berbicara di atas panggung butuh keberanian, yang didukung oleh mental dan rasa percaya diri yang kuat. Jika hal tersebut tidak dimiliki, sulit bagi siswa untuk berani tampil di depan teman-temannya. Kemampuan menari, sejauh mana kelihaian dan kekompakan menari sudah didapat setelah berlatih berbulan-bulan.

H. Ismail Bahrudin, MA., Kepala Sekolah MA Al-Falah membuka acara dengan menuangkan cairan ke maket gunung berapi

Rabu, 02 September 2026, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Pelajar Madrasah Al-Falah (IPMA), menyelenggarakan Muhadhoroh sekaligus Maulid Nabi Muhammad SAW di Auditorium Pondok Pesantren Al-Falah. Acara ini dihadiri oleh siswa-siswi MA dan Mts Al-Falah, pengurus Yayasan Tarbiyah Islamiyah Al-Falah (YTIA), para Kepala Sekolah, para guru, juga para undangan. “Ini adalah kolaborasi antara Madrasah Aliyah dan Madrasah Tsanawiyah, Mohadhoroh tugasnya Ipma Pusat, Maulid kerjaannya Madrasah Aliyah,” terang H. Ismail Bahrudin, MA., Kepala Sekolah MA Al-Falah yang juga Pembina DPP IPMA. Jadi, kata Ismail, hari ini ada dua kegiatan, Muhadhoroh sekaligus Maulid Nabi.

Dalam sambutannya, Ismail mengapresiasi penampilan tim Hadroh yang sudah menunjukkan penampilan yang baik. “Ada bait di pasal 3 yang menyebutkan nasab Nabi Muhammad SAW.,” ujar Ismail. Pasal itu menceritakan nasab Nabi Muhammad, mulai dari ayahnya, kakeknya, hingga Adnan yang merupakan nasab ke-22 Rosulullah. “Nah kalau kita mau menghafal nasabnya Nabi, baca rawi saja,” kata Ismail.

Ketua Umum YTIA H. Ahmad Farid sedang memberikan sambutan

Di sini, lanjut Ismail, dipetik hikmah gara-gara Nabi Muhammad maka bapaknya, kakeknya, buyutnya, dan seterusnya dikenal banyak orang. “ Nah kita jangan bilang siapa bapak kita, banggalah pada diri sendiri. Karena kita maka bapak kita dikenal orang. Inilah saya dengan kemampuan yang saya miliki, inilah saya dengan pengetahuan yang saya miliki. Seperti itu,” tegas Ismail.

Di acara tersebut, hadir pula Ketua Umum YTIA, H. Ahmad Farid RS. Dalam sambutannya ia menekankan pada tema acara pada hari itu, RIO-Rise In Obedience, Bangkit dengan Ketaatan. “Ketaatan disini dalam segala hal, meningkat ketaatan kepada Allah, kepada Rosul, kepada orangtua, guru, juga peraturan sekolah,” tegas Ahmad Farid. Ia mencamkan bahwa tema ini harus benar-benar diresapi dan diamalkan oleh siswa.

Pengurus Yayasan, Para Kepala Sekolah, Guru, dan Siswa sedang berMahallul QiyamUndangan

Selain itu, ia pun mengapresiasi bahwa yang tampil berpidato di acara ini adalah siswa dari sekolah sendiri bukan penceramah dari luar. “Ini bagus karena dapat membangun kepercayaan diri, meningkatkan keberanian, dan kekuatan mental. Juga meningkatkan kemampuan public speaking anak,” ucap Ahmad Farid dengan bangga.

Dalam penampilan pidato siswa, Muhammad Fayyadh El Azzam, menyampaikan pesan tentang ayat pertama yang diwahyukan Allah kepada Rosulullah, Iqro. “Ini mengandung pesan kalau kita diminta untuk banyak membaca supaya banyak pengetahuan yang didapat. Dengan kata lain kita wajib menuntut ilmu dari buaian hingga liang lahat,” tegas Fayyadh.

Penampilan Tari Ratoh Jaroe

Selanjutnya acara diisi dengan penampilan tim hadroh, kreativitas siswa dimana ekskul karate kolaborasi dengan ekskul PMR, disusul kemudian penampilan tari Ratoh Jaroe yang memukau dengan kekompakan gerakannya, presentasi 2R (Reduce and Recycle), diakhiri dengan pentas teater yang mengangkat tema "Perempuan harus Berpendidikan."

Penampilan Teater Al-Falah